Rupiah ke Dollar Kian Tertekan kembali amblas ke level 17.729
Rupiah kembali melemah ke Rp17.729 per dollar AS pada perdagangan Selasa 19 Mei 2026. Pasar menyoroti RDG BI dan sentimen global.
Globalindopos.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan pada perdagangan hari Selasa (19/5/2026). Hingga pukul 12.00 WIB, rupiah melemah 0,14% dan berada di level Rp17.729 per dollar AS.
Pelemahan ini melanjutkan tren negatif sejak pembukaan perdagangan pagi. Rupiah sebelumnya dibuka di posisi Rp17.650 per dollar AS atau turun sekitar 0,06% dibanding perdagangan sebelumnya.
Tekanan terhadap mata uang Garuda terjadi di tengah pergerakan indeks dolar AS (DXY) yang justru melemah. Data pasar menunjukkan DXY turun 0,11% ke posisi 99,094. Kondisi tersebut menandakan tekanan terhadap rupiah tidak hanya dipengaruhi penguatan dolar global, tetapi juga sentimen domestik dan regional yang masih membebani pasar keuangan.
Dilansir dari data Refinitiv, pelaku pasar saat ini mencermati sejumlah faktor eksternal dan internal yang dinilai berpengaruh terhadap pergerakan rupiah. Salah satu perhatian utama datang dari agenda Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang mulai berlangsung hari ini.
Selain itu, dinamika harga minyak dunia dan perkembangan konflik Iran juga menjadi sentimen yang memicu kehati-hatian investor di pasar keuangan.
Baca Juga: Harga Oli dan Onderdil Motor Mulai Melonjak
Rupiah Dekati Area Terlemah Sepanjang Sejarah
Pelemahan ke level Rp17.729 per dollar AS membuat rupiah kembali mendekati area terlemah sepanjang sejarah. Kondisi ini memicu perhatian pelaku usaha dan masyarakat karena berpotensi berdampak pada harga barang impor, biaya produksi industri, hingga tekanan inflasi.
Nilai tukar rupiah yang melemah juga dapat memengaruhi sektor yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap bahan baku impor maupun pembayaran utang luar negeri dalam denominasi dolar AS.
Sementara itu, berdasarkan kurs tengah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), posisi rupiah pada Senin (18/5/2026) tercatat berada di level Rp17.666 per dollar AS.
Angka tersebut lebih lemah dibanding posisi Rabu (14/5/2026) yang berada di Rp17.496 per dollar AS. Pergerakan ini menunjukkan tekanan terhadap rupiah masih berlangsung dalam beberapa hari terakhir.
Pelaku pasar kini menunggu arah kebijakan Bank Indonesia, terutama terkait langkah menjaga stabilitas nilai tukar dan respons terhadap dinamika global yang terus berkembang.
Baca Juga: IHSG Ambles ke Level Terendah Setahun
Kurs Rupiah Hari Ini di Bank Nasional
Di tengah pelemahan rupiah di pasar spot, sejumlah bank nasional juga memperbarui kurs jual dan beli dollar AS. Kurs jual menunjukkan posisi bank menjual dollar AS kepada nasabah, sedangkan kurs beli merupakan harga bank membeli dollar AS dari masyarakat.
Berikut daftar kurs rupiah hari ini di sejumlah bank nasional:
- BRI: Jual Rp17.730 | Beli Rp17.703
- Bank Mandiri: Jual Rp17.800 | Beli Rp17.500
- BNI: Jual Rp17.733 | Beli Rp17.703
- BTN: Jual Rp17.815 | Beli Rp17.565
- BCA: Jual Rp17.790 | Beli Rp17.590
- CIMB Niaga: Jual Rp17.718 | Beli Rp17.703
- Bank Permata: Jual Rp17.725 | Beli Rp17.540
Perbedaan kurs antarbank dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kebijakan masing-masing bank serta kondisi likuiditas pasar valuta asing.
Masyarakat dan pelaku usaha kini menanti hasil RDG BI yang diharapkan dapat memberikan sinyal terhadap arah kebijakan moneter ke depan, termasuk langkah menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global yang masih berlangsung.
0 Komentar