Muntahan Abu Vulkanik Abu Capai 1,4 Km, Gunung Dukono Status Waspada
Gunung Dukono erupsi pagi ini dengan abu setinggi 1,4 km. Status masih Waspada, warga diminta hindari radius 4 km dan gunakan masker.
Pagi yang semula tenang di Halmahera Utara berubah tegang ketika Gunung Dukono kembali menunjukkan aktivitasnya. Letusan terjadi tanpa jeda panjang, mengingatkan warga bahwa gunung ini masih sangat aktif.
Kolom abu membumbung tinggi hingga lebih dari satu kilometer, menciptakan ancaman yang tak bisa dianggap sepele bagi masyarakat sekitar.
Erupsi Gunung Dukono Pagi Hari, Abu Capai 1,4 Kilometer
Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali erupsi pada Senin pagi (20/4/2026). Letusan terjadi pukul 05.53 WIT dengan kolom abu vulkanik mencapai ketinggian sekitar 1.400 meter di atas puncak.
Berdasarkan laporan yang dilansir dari AntaraNews, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur. Aktivitas ini juga terekam dalam seismogram dengan amplitudo maksimum 25 milimeter dan durasi hampir 50 detik.
Baca Juga: Gempa 5,9 Guncang Nias Utara Dini Hari, BMKG Ingatkan Potensi Susulan
Aktivitas Vulkanik Masih Berlangsung
Erupsi Gunung Dukono bukan peristiwa sesaat. Hingga laporan terakhir, aktivitas vulkanik masih terus berlangsung secara periodik.
Gunung ini memang dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, dengan erupsi yang kerap terjadi dalam intensitas ringan hingga sedang. Saat ini, statusnya berada pada Level II atau Waspada, yang menandakan adanya aktivitas vulkanik di atas normal, namun belum memasuki fase kritis.
Sebaran abu vulkanik menjadi dampak paling nyata dari erupsi ini. Arah penyebarannya mengikuti angin, sehingga wilayah terdampak bisa berubah sewaktu-waktu.
Masyarakat di sekitar Gunung Dukono diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terkait kesehatan pernapasan. Abu vulkanik yang terhirup dapat memicu gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Selain itu, aktivitas harian warga juga berpotensi terganggu, terutama jika intensitas abu meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Gunung Dukono Dalam Status Waspada
Badan Geologi menetapkan Gunung Dukono dalam Status Level II (Waspada). Dalam kondisi ini, masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang.
Pihak berwenang juga menegaskan agar tidak ada aktivitas pendakian maupun pendekatan ke area kawah. Langkah ini diambil untuk menghindari risiko paparan gas berbahaya maupun lontaran material vulkanik.
Imbauan Penting untuk Keselamatan Masyarakat
Sebagai langkah pencegahan, warga diimbau untuk selalu menyiapkan masker guna melindungi diri dari paparan abu vulkanik. Penggunaan pelindung pernapasan menjadi hal sederhana namun krusial dalam kondisi seperti ini.
Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk terus memantau informasi resmi dari otoritas terkait guna mengetahui perkembangan terbaru aktivitas Gunung Dukono.
Gunung Dukono Termasuk Paling Aktif
Gunung Dukono dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Aktivitas erupsi yang hampir terus-menerus menjadikannya unik dibanding gunung lain yang cenderung memiliki fase dorman lebih panjang.
Kondisi ini membuat pemantauan terhadap Dukono dilakukan secara intensif oleh pihak berwenang.
Baca Juga: Gelombang Tinggi 2,5 Meter Ancam Nias, BMKG Keluarkan Peringatan
Erupsi Gunung Dukono pagi ini kembali menjadi pengingat bahwa aktivitas vulkanik di Indonesia tidak pernah benar-benar berhenti. Dengan status masih Waspada, masyarakat di sekitar diminta tetap siaga dan mengikuti imbauan resmi.
Perkembangan aktivitas gunung ini masih akan terus dipantau, dan bukan tidak mungkin terjadi peningkatan intensitas dalam waktu dekat.
0 Komentar