Gelombang tinggi hingga 2,5 meter diprediksi menghantam perairan barat Nias dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini langsung jadi perhatian karena berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran, terutama nelayan kecil.

Peringatan ini disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk periode 19 hingga 22 April 2026 di wilayah perairan barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu, serta Samudera Hindia barat Kepulauan Nias, Sumatera Utara.

BMKG Ungkap Potensi Gelombang Tinggi di Nias

Menurut laporan yang dikutip dari Antara, prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, Rizky Ramadhan, menyebut tinggi gelombang di wilayah tersebut bisa mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.

Kondisi ini dinilai perlu diwaspadai karena dapat mengganggu aktivitas pelayaran, terutama bagi perahu berukuran kecil. BMKG secara khusus menyoroti risiko yang meningkat jika gelombang tinggi disertai kecepatan angin tertentu.

Pola Angin Jadi Faktor Pemicu

Berdasarkan keterangan yang dilansir dari BMKG, pola angin di Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 9–15 knot. Sementara di wilayah selatan, angin bergerak dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan yang sama.

Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tinggi gelombang di sejumlah perairan, termasuk wilayah barat Nias dan sekitarnya.

Nelayan dan Kapal Tongkang Diminta Waspada

BMKG mengimbau nelayan yang menggunakan perahu kecil agar berhati-hati saat melaut, terutama jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan gelombang mencapai 1,25 meter.

Selain itu, pengguna kapal tongkang juga diminta meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi wilayah tersebut. Berdasarkan peringatan BMKG, kondisi perlu diwaspadai saat kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

Hujan Lebat Diprediksi Meluas di Sumut

Sementara itu, menurut prakirawan BBMKG Wilayah I, Utami Al Khairiyah, cuaca di Sumatera Utara pada Minggu (19/4) pagi diprakirakan berawan dengan potensi hujan ringan di sejumlah wilayah seperti Nias Selatan, Labuhanbatu, dan Labuhanbatu Selatan.

Dilansir dari laporan yang sama, pada siang hingga sore hari hujan ringan hingga lebat berpotensi terjadi secara merata di hampir seluruh wilayah Sumut. Kondisi ini diperkirakan berlanjut hingga malam hari, dengan potensi hujan lebat di Pakpak Bharat dan sekitarnya.

Pada dini hari, cuaca diprakirakan berawan dengan potensi hujan ringan di sejumlah wilayah seperti Pakpak Bharat, Samosir, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Nias Utara, Dairi, Sibolga, Humbang Hasundutan, Gunungsitoli, dan sekitarnya.

BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah pantai barat, lereng timur, pantai timur, serta daerah pegunungan di Sumatera Utara.

Menurut keterangan yang dikutip dari BMKG, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan banjir, longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya.

Gelombang tinggi dan potensi hujan lebat di Sumatera Utara dalam beberapa hari ke depan menjadi perhatian serius. BMKG mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan pelaku pelayaran, untuk terus memantau perkembangan cuaca terbaru.

Baca Juga: Gempa 5,9 Guncang Nias Utara Dini Hari, BMKG Ingatkan Potensi Susulan