Penunjukan Nanik S. Deyang Jadi Kepala BGN Tuai Pro-Kontra
Penunjukan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN menuai pro dan kontra di media sosial. Sejumlah netizen mempertanyakan kapasitas dan rekam jejaknya.
Globalindopos.com,Jakarta - Pergantian pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dari Dadan Hindayana kepada Nanik S. Deyang memunculkan beragam reaksi di media sosial. Di tengah sorotan terhadap kasus yang menyeret pimpinan sebelumnya, sebagian netizen justru mempertanyakan kapasitas dan rekam jejak figur pengganti yang dipilih pemerintah.
Presiden Prabowo Subianto secara resmi menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru setelah melakukan pergantian kepemimpinan lembaga tersebut pada 2 Juni 2026. Sebelumnya, Nanik diketahui menjabat sebagai Wakil Kepala BGN dan memiliki latar belakang sebagai jurnalis serta aktivis politik.
Namun, tidak lama setelah pengumuman tersebut, berbagai platform media sosial dipenuhi komentar yang mempertanyakan apakah pergantian ini benar-benar membawa perubahan bagi tata kelola BGN.
Rekam Jejak Lama Kembali Disorot
Sejumlah pengguna media sosial kembali mengangkat rekam jejak Nanik yang pernah dikaitkan dengan polemik hoaks Ratna Sarumpaet pada 2018. Nama Nanik saat itu sempat diperiksa sebagai saksi dalam proses penyelidikan kasus yang menjadi perhatian nasional tersebut.
Meski tidak berstatus terdakwa dalam perkara itu, jejak digital mengenai peristiwa tersebut kembali beredar luas setelah pengangkatannya sebagai Kepala BGN diumumkan.
Di berbagai unggahan media sosial dan kolom komentar media online, sebagian netizen menilai pemerintah seharusnya memilih figur yang lebih minim kontroversi untuk memimpin lembaga strategis yang mengelola program Makan Bergizi Gratis.
Keluar dari Mulut Buaya, Masuk ke Mulut Harimau
Pantauan terhadap diskusi publik menunjukkan munculnya narasi yang menggambarkan keraguan masyarakat terhadap pergantian tersebut.
Ungkapan seperti "keluar dari mulut buaya, masuk ke mulut harimau" menjadi salah satu kalimat yang banyak digunakan warganet untuk menggambarkan kekhawatiran mereka bahwa pergantian pimpinan tidak otomatis menyelesaikan persoalan yang selama ini membayangi BGN.
Sebagian netizen menilai tantangan terbesar bukan sekadar mengganti pejabat, melainkan memastikan adanya perbaikan tata kelola, transparansi, dan pengawasan terhadap program-program strategis yang dijalankan lembaga tersebut.
Ada Pula yang Memberi Kesempatan
Di sisi lain, tidak semua tanggapan bernada negatif. Sebagian pengguna media sosial meminta publik memberikan kesempatan kepada Nanik untuk membuktikan kinerjanya sebelum memberikan penilaian.
Mereka berpendapat bahwa pengalaman Nanik di lingkungan pemerintahan dan BGN dapat menjadi modal untuk melakukan pembenahan internal serta menjaga keberlanjutan program yang telah berjalan.
Pendukungnya juga menilai fokus utama saat ini seharusnya diarahkan pada upaya memperkuat layanan dan memastikan program gizi nasional tetap berjalan efektif.
Ujian Besar Menanti
Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, satu hal yang menjadi perhatian publik adalah besarnya tantangan yang kini berada di pundak Nanik S. Deyang.
Selain harus membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap BGN, ia juga dituntut membuktikan bahwa kepemimpinannya mampu membawa perubahan nyata bagi lembaga yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan.
Reaksi netizen yang ramai di media sosial menunjukkan bahwa publik akan mengawasi setiap langkah yang diambil pimpinan baru BGN dalam beberapa bulan ke depan. Di tengah tingginya ekspektasi masyarakat, Nanik menghadapi ujian awal berupa pembuktian kapasitas dan kemampuan memimpin lembaga yang saat ini sedang berada dalam sorotan nasional.
Baca Juga: KPK Dalami Peran Silmy Karim dalam Dugaan Korupsi KITAS dan KITAP
0 Komentar