Jakarta – Istana Kepresidenan Republik Indonesia menyerukan agar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan teror yang menimpa sejumlah influencer setelah mereka menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1).

Menurut Prasetyo, pemerintah sangat prihatin atas serangkaian tindakan yang diduga berupa tekanan atau ancaman terhadap para pembuat konten yang vokal menyampaikan pendapatnya. Ia menekankan bahwa setiap bentuk kritik memiliki ruang dan saluran yang sah untuk disampaikan tanpa harus berujung pada intimidasi atau tindakan yang bersifat mengancam.

“Pemerintah meminta agar semua kasus ini diinvestigasi secara serius oleh pihak berwajib,” ujar Prasetyo, seraya mengungkapkan bahwa pemerintah tetap terbuka terhadap kritik maupun masukan dari masyarakat. Ia juga mengajak publik melihat persoalan ini sebagai bagian dari proses pendewasaan demokrasi di Indonesia, di mana perbedaan pandangan adalah sesuatu yang wajar selama disampaikan secara santun.

Baca Juga: Nadiem Makarim Jalani Sidang Dakwaan Kasus Laptop Chromebook

Prasetyo menegaskan bahwa tindakan teror dalam bentuk apa pun tidak diinginkan oleh pemerintah. Namun demikian, ia mengingatkan agar aspirasi dan kritik terhadap kebijakan negara disampaikan melalui jalur komunikasi resmi yang telah tersedia dan dibangun. Hal ini dianggap penting untuk menjaga ketertiban dan harmoni dalam kehidupan berbangsa.

Kasus teror yang dimaksud mencuat setelah laporan beberapa influencer yang mengaku menjadi sasaran ancaman dan intimidasi. Salah satu laporan yang diterima Polda Metro Jaya adalah tentang pengiriman paket berisi bangkai ayam dan lemparan molotov di rumah seorang kreator konten yang dikenal luas di media sosial. Laporan tersebut telah diproses dan sedang dalam penyelidikan polisi.

Tanggapan terhadap seruan Istana juga datang dari anggota Komisi III DPR RI yang mendukung langkah Polri melakukan penyelidikan secara komprehensif. Komisi legislatif menilai bahwa langkah tersebut penting untuk menguatkan rasa aman bagi semua warga negara, termasuk mereka yang aktif di ruang publik maya serta aktif menyampaikan pendapat sosial politik.

Di tengah respons pemerintah, sebagian tokoh masyarakat mengingatkan bahwa dugaan teror harus ditangani dengan kehati-hatian dan bukti yang jelas. Mereka menekankan bahwa narasi yang menyudutkan negara atau lembaga pemerintahan sebagai pelaku tanpa bukti kuat justru dapat memperkeruh suasana publik. Sementara itu, aparat kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan saksi dan mengumpulkan bukti untuk mengungkap motif serta pelaku di balik insiden-insiden tersebut.

Berita Rekomendasi: Menko Pangan Zulkifli Hasan Mengikuti Retreat Kabinet Merah Putih di Hambalang

Pernyataan dari Istana ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menjaga kebebasan berpendapat sekaligus menegakkan hukum terhadap setiap bentuk kekerasan atau intimidasi terhadap warga negara, tanpa memandang latar belakang. Proses hukum dan investigasi yang sedang berjalan diharapkan dapat memberikan kepastian serta rasa aman bagi seluruh elemen masyarakat.