CirebonGlobalindopos.com, Cirebon - Sebanyak 450 penyuluh agama dari Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, serta Kabupaten Indramayu mengikuti pelatihan tentang pentingnya media sosial di era digitalisasi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Peningkatan Kapasitas Penyuluh Agama Islam yang diselenggarakan Direktorat Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI di Pondok Pesantren Bina Insan Mulia 2, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Dalam kegiatan yang berlangsung pada Senin, 7 September 2026, peserta mendapatkan penguatan mengenai pentingnya meningkatkan kompetensi komunikasi agar penyampaian pesan dan pembinaan kepada masyarakat dapat menyesuaikan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.

Pentingnya Media Sosial bagi Penyuluh Agama

Pengamat Media Sosial, Dosen, Pakar Komunikasi Publik dan Dakwah Digital, Sekaligus narasumber dalam kegiatan acara tersebut Dr. H. Ami Kamiludin, Lc., M.A., menyampaikan bahwa penyuluh agama Islam dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan komunikasi dalam menjalankan tugas pembinaan masyarakat.

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara masyarakat memperoleh, menyebarkan, dan merespons informasi. Kondisi tersebut menempatkan media sosial sebagai salah satu ruang komunikasi yang perlu dipahami oleh para penyuluh agama dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat. Ujar Dr. Ami.

Menurutnya, peningkatan kapasitas komunikasi menjadi bagian penting agar penyuluh agama dapat menjalankan perannya secara efektif di tengah perubahan pola komunikasi masyarakat yang semakin terhubung dengan platform digital.

Peserta yang hadir berasal dari empat wilayah, yakni Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Indramayu. Kehadiran ratusan penyuluh tersebut menunjukkan cakupan kegiatan yang melibatkan berbagai daerah di wilayah Jawa Barat.

Baca Juga: Peta Kekuatan Politik di Pilpres 2029 Ditinjau dari Perspektif Media Sosial

Penyuluh Agama Didorong Adaptif Menghadapi Perkembangan AI

Selain membahas penggunaan media sosial, Dr. H. Ami Kamiludin juga menyinggung perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang saat ini berkembang pesat.

Para penyuluh agama didorong untuk bersikap aktif dan adaptif dalam menghadapi perubahan teknologi tersebut. Penguasaan teknologi digital dinilai relevan dengan kebutuhan komunikasi publik yang terus berkembang.

Dalam pemaparannya, peserta juga didorong untuk memahami Generative Engine Optimization (GEO) dan Search Engine Optimization (SEO) sebagai bagian dari pengembangan kemampuan dalam menyampaikan pesan di ruang digital.

Pemahaman terhadap GEO dan SEO dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas komunikasi digital, terutama ketika masyarakat semakin banyak menggunakan mesin pencari, platform media sosial, dan teknologi berbasis kecerdasan buatan untuk memperoleh informasi.

Perubahan tersebut turut memengaruhi cara informasi ditemukan dan dikonsumsi oleh publik. Karena itu, penguatan kompetensi digital menjadi salah satu materi yang disampaikan kepada para penyuluh dalam kegiatan peningkatan kapasitas tersebut.

Baca Juga: Ancaman "Agentic AI": Ketika Robot Mulai Meretas Sistem Secara Mandiri

Penguatan Komunikasi Digital untuk Pembinaan Masyarakat

Penyuluh agama memiliki peran dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat. Di tengah perkembangan teknologi informasi, penyampaian pesan tidak lagi hanya berlangsung melalui pertemuan secara langsung, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat melalui berbagai kanal digital.

Pelatihan ini menempatkan kemampuan komunikasi sebagai salah satu aspek yang perlu terus dikembangkan. Media sosial, teknologi AI, GEO, dan SEO menjadi sejumlah topik yang diperkenalkan dalam kaitannya dengan perkembangan cara masyarakat mengakses informasi.

Dengan jumlah peserta mencapai 450 orang dari empat wilayah, kegiatan tersebut menjadi ruang peningkatan kapasitas bagi penyuluh agama untuk memahami perubahan ekosistem komunikasi digital.

Melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Penyuluh Agama Islam ini, para peserta mendapatkan penguatan mengenai pentingnya meningkatkan kompetensi komunikasi dan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi. Materi mengenai media sosial, kecerdasan buatan, GEO, dan SEO menjadi bagian dari pembahasan yang berkaitan dengan penyampaian pesan kepada masyarakat di tengah perubahan pola komunikasi digital.