Direktur Penais Muchlis Hanafi Ajak Warga Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas
Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Muchlis Hanafi mengajak masyarakat mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan HUT Ke-81 RI di Monas, Sabtu 1 Agustus 2026, bertema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.
Globalindopos.com, Jakarta – Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., mengajak seluruh masyarakat untuk menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan yang akan digelar di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur."
Menurut Muchlis, zikir dan doa bersama merupakan momentum untuk memperkuat rasa syukur atas nikmat kemerdekaan sekaligus memohon keberkahan bagi bangsa agar terus melangkah menuju masa depan yang lebih baik.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan mengambil bagian dalam Zikir dan Doa Kebangsaan sebagai ikhtiar bersama memohon kepada Allah SWT agar Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, kekuatan, dan keberkahan dalam mewujudkan cita-cita bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur," ujar Muchlis.
Muchlis Hanafi: Doa dan Persatuan Menjadi Kekuatan Bangsa
Ia mengatakan, tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" bukan sekadar slogan peringatan kemerdekaan, melainkan cita-cita yang harus diwujudkan melalui persatuan, semangat gotong royong, serta kontribusi nyata seluruh elemen bangsa.
Menurut Muchlis, doa memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar ungkapan harapan. Doa menjadi penguat ikhtiar, memperkokoh optimisme, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan dan harmoni dalam kehidupan berbangsa.
"Semangat kebangsaan harus terus dirawat melalui nilai-nilai keagamaan yang menyejukkan, mempererat persaudaraan, dan memperkuat kepedulian sosial. Itulah makna yang ingin kita hadirkan dalam Zikir dan Doa Kebangsaan tahun ini," katanya.
Zikir dan Doa Kebangsaan Libatkan Sekitar 100 Ribu Peserta
Kegiatan tersebut diperkirakan akan diikuti sekitar 100 ribu peserta dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari pelajar, santri, mahasiswa, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan organisasi kemasyarakatan, hingga aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai kementerian dan lembaga. Selain zikir bersama, rangkaian acara juga akan diisi dengan doa lintas agama serta penampilan paduan suara sebagai simbol persatuan dalam keberagaman Indonesia.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam sekaligus Ketua Panitia, Abu Rokhmad, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk mencerminkan wajah Indonesia yang rukun di tengah keberagaman.
"Momentum ini menghadirkan wajah Indonesia yang sesungguhnya. Berbeda keyakinan dan tradisi, tetapi dipersatukan oleh kecintaan yang sama kepada bangsa dan negara," ujar Abu Rokhmad.
Baca Juga: Pemilu 2029 Didominasi Pemilih Muda, DPR Desak Aturan AI
Ia menambahkan, doa yang dipanjatkan bersama diharapkan mampu menjadi energi yang menggerakkan masyarakat untuk menjaga kerukunan, memperkuat solidaritas, serta menghadirkan manfaat nyata bagi sesama.
Melalui Zikir dan Doa Kebangsaan tersebut, Kementerian Agama berharap semangat persatuan yang terbangun dalam momentum HUT Ke-81 Kemerdekaan RI semakin memperkokoh kerukunan antarumat beragama serta menguatkan komitmen seluruh anak bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
0 Komentar