Kunjungi Sekolah di Mimika Papua, Gibran Temukan Kelas Minim Cahaya
Gibran soroti kelas gelap di Mimika Papua Tengah. Temuan ini ungkap kondisi fasilitas dan pembelajaran di sekolah sentra pendidikan.
Kondisi ruang kelas yang gelap tiba-tiba jadi sorotan saat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turun langsung ke Mimika, Papua Tengah. Temuan sederhana ini justru membuka gambaran lebih luas soal kualitas fasilitas pendidikan di daerah.
Kunjungan tersebut bukan sekadar seremonial. Dari ruang kelas hingga asrama, ada sejumlah hal yang langsung menarik perhatian—terutama soal penerangan dan proses pembelajaran yang masih terbatas.
Gibran Pertanyakan Kondisi Sekolah
Saat memasuki salah satu ruang kelas di Sentra Pendidikan Mimika, Gibran langsung mempertanyakan kondisi yang terlihat tidak ideal. Ruangan tampak gelap meski aktivitas belajar tetap berlangsung.
Ia bahkan sempat bertanya kepada guru apakah listrik sedang mati. Setelah diamati, ternyata hanya satu lampu yang berfungsi di ruangan tersebut, sehingga pencahayaan menjadi sangat terbatas meskipun jendela sudah dibuka.
Kondisi ini menjadi salah satu fakta utama yang mencuat dari kunjungan tersebut—bahwa fasilitas dasar seperti penerangan masih menjadi tantangan di lingkungan sekolah.
Materi Informatika Belum Optimal
Selain infrastruktur fisik, Gibran juga menyoroti aspek pembelajaran, khususnya di laboratorium informatika. Ia menemukan bahwa siswa kelas 10 belum mempelajari penggunaan formula di Microsoft Excel.
Padahal, kemampuan ini termasuk dasar dalam pembelajaran teknologi informasi. Saat ditanya, guru menjelaskan bahwa materi tersebut baru akan diajarkan di kelas 11.
Temuan ini menunjukkan adanya jeda dalam pengenalan keterampilan digital yang sebenarnya cukup penting di era sekarang, meskipun kurikulum sudah dirancang bertahap.
Banyaknya Keterbatasan
Di balik keterbatasan fasilitas, pengalaman siswa justru tidak sepenuhnya negatif. Salah satu siswa SMP mengaku merasa nyaman tinggal di asrama yang disediakan sekolah.
Fasilitas asrama ini memang menjadi solusi penting bagi siswa dari daerah terpencil. Mereka yang berasal dari pesisir atau kampung tanpa akses pendidikan di kota bisa tetap bersekolah dengan dukungan penuh dari pemerintah.
Seluruh kebutuhan seperti tempat tinggal, makan, hingga seragam telah ditanggung. Hal ini menjadi faktor penting dalam menjaga akses pendidikan tetap merata, meskipun kualitas fasilitas masih perlu ditingkatkan.
Kondisi Asrama Tak Luput Dari Perhatian
Tak hanya ruang kelas, kondisi asrama juga tak luput dari perhatian. Saat meninjau lorong asrama, Gibran kembali menyoroti minimnya pencahayaan.
Ia menyebut bahwa pemeliharaan fasilitas tampak kurang optimal. Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa perawatan infrastruktur menjadi tantangan tersendiri, bukan hanya pembangunan awalnya.
Menurut kepala sekolah, fasilitas asrama memang diprioritaskan untuk siswa dari wilayah jauh agar mereka tetap bisa mengakses pendidikan. Sementara itu, pihak sekolah juga menegaskan bahwa program ini sudah berjalan sejak lama dan menyasar anak-anak asli Mimika dari berbagai suku.
Akses Sudah Ada Namun Kualitas Perlu Ditingkatkan
Kunjungan ini menegaskan satu hal: akses pendidikan di Mimika sudah tersedia, tetapi kualitas fasilitas masih perlu perhatian lebih.
Masalah seperti pencahayaan kelas, pemeliharaan asrama, hingga penyusunan materi pembelajaran menjadi bagian penting yang perlu diperbaiki agar pengalaman belajar siswa bisa lebih optimal.
Dikutip dari AntaraNews, kunjungan ini juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk terus belajar, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Baca Juga: Kepuasan Publik Prabowo-Gibran Tembus 74,1%, Ini Pemicunya
Temuan sederhana seperti ruang kelas gelap ternyata membuka gambaran yang lebih besar tentang kondisi pendidikan di daerah. Meski akses sudah diperluas, peningkatan kualitas fasilitas dan pembelajaran tetap menjadi pekerjaan rumah.
Ke depan, perhatian terhadap detail kecil seperti ini bisa menjadi langkah awal menuju perubahan yang lebih signifikan.
0 Komentar