Globalindopos.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan delegasi raksasa teknologi asal Tiongkok, Hisense Group, di kediamannya di Kertanegara, Jakarta, Jumat (15/5/2025). Pertemuan ini menandai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat arus investasi asing berbasis teknologi ke Indonesia.

Dalam agenda tersebut, Presiden Prabowo turut menyaksikan langsung penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Badan Pengelola Investasi Danantara dan Hisense. Kesepakatan ini disebut menjadi pintu awal kerja sama teknologi, industri, hingga penguatan ekosistem manufaktur nasional.

Penandatanganan Kerja Sama Danantara–Hisense

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, CTO Danantara Sigit Puji Santosa, serta Chairman Hisense Group Jia Shaoqian. Prosesi ini disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo bersama jajaran Kabinet Merah Putih.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif. Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo menyambut baik minat Hisense untuk memperluas kerja sama di Indonesia, khususnya dalam mendukung agenda pembangunan nasional, peningkatan investasi, serta penguatan industri dalam negeri.

“Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif,” ujar Prasetyo, dikutip dari keterangan pers Kementerian Sekretariat Negara.

Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Kerja Sama Investasi Prabowo–Hisense dan Arah Hilirisasi Teknologi

Kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Hisense tidak sekadar simbol diplomasi ekonomi. Lebih jauh, langkah ini mempertegas arah kebijakan hilirisasi industri yang selama ini menjadi fokus pembangunan nasional.

Keterlibatan Danantara dalam penandatanganan MoU juga memperlihatkan pendekatan baru yaitu investasi tidak lagi hanya mengejar modal, tetapi juga transfer teknologi dan penguatan rantai pasok industri dalam negeri.

Kondisi ini bisa berdampak pada percepatan pengembangan sektor manufaktur elektronik, terutama di tengah kompetisi global yang semakin ketat. Indonesia berupaya tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga basis produksi regional.

Dampak Ekonomi dan Prospek Jangka Panjang

Kerja sama Indonesia–Hisense diproyeksikan mampu mendorong penciptaan lapangan kerja baru, khususnya di sektor industri elektronik dan teknologi. Selain itu, transfer teknologi menjadi aspek penting yang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tenaga kerja lokal.

Menurut analisis kebijakan industri, keterlibatan perusahaan global seperti Hisense dapat mempercepat integrasi Indonesia dalam rantai pasok global, terutama di sektor elektronik rumah tangga dan perangkat pintar.

Di sisi lain, pemerintah juga diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara investasi asing dan penguatan industri lokal agar tidak terjadi ketergantungan jangka panjang.

Baca juga: Diplomasi Maung Garuda: Strategi Prabowo Gebrak KTT ASEAN di Filipina

Momentum Kompetisi Investasi Asia Tenggara

Dalam konteks regional, langkah Indonesia ini juga dapat dibaca sebagai bagian dari persaingan dengan negara-negara Asia Tenggara lain dalam menarik investasi teknologi.

Artinya, Indonesia sedang berada dalam fase penting untuk memposisikan diri sebagai hub industri berbasis teknologi, bukan hanya sebagai pasar konsumsi. Jika konsistensi kebijakan terjaga, dampaknya bisa signifikan dalam 5–10 tahun ke depan.