Pemerintah Iran melalui Menteri Luar Negeri Seyed Abbas Araghchi mengecam keras serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap fasilitas desalinasi air di Pulau Qeshm, wilayah selatan Iran. Serangan tersebut dilaporkan terjadi pada Jumat (6/3) dan disebut berdampak pada pasokan air bagi puluhan desa di kawasan itu.

Pernyataan kecaman disampaikan Araghchi melalui akun media sosial X pada Sabtu (7/3). Ia menilai serangan terhadap fasilitas pengolahan air tawar tersebut sebagai tindakan serius yang berpotensi memperburuk situasi keamanan di kawasan.

Pulau Qeshm sendiri merupakan wilayah strategis di selatan Iran yang berada di perairan Teluk Persia. Fasilitas desalinasi di pulau itu berfungsi mengubah air laut menjadi air tawar yang kemudian disalurkan ke sejumlah desa di sekitarnya.

Baca Juga: Iran Tanggapi Rencana AS Kawal Kapal di Selat

Fasilitas Air Qeshm Jadi Target Serangan

Menurut Araghchi, serangan rudal dari pihak AS menghancurkan fasilitas desalinasi yang menjadi sumber air penting bagi masyarakat setempat. Ia menyebut infrastruktur tersebut memasok kebutuhan air bagi sekitar 30 desa.

Araghchi menilai serangan terhadap fasilitas sipil seperti pengolahan air merupakan tindakan yang sangat berbahaya. Ia juga menyatakan bahwa langkah tersebut dapat memicu konsekuensi serius bagi stabilitas kawasan.

Serangan tersebut dilaporkan diluncurkan dari pangkalan militer AS yang berada di wilayah Bahrain. Pangkalan tersebut disebut berlokasi di Jufair dan digunakan untuk operasi militer di kawasan Teluk.

Kritik juga disampaikan oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf. Dalam pernyataan di media sosial, ia menyebut serangan terhadap fasilitas air di Qeshm dilakukan dengan dukungan dari salah satu pangkalan udara di negara tetangga Iran di bagian selatan.

Iran Klaim Lakukan Serangan Balasan

Sebagai respons terhadap serangan tersebut, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan telah melancarkan serangan balasan.

Baca Juga: Saudia Perpanjang Penghentian Penerbangan ke 8 Kota

IRGC pada Sabtu mengumumkan bahwa mereka menargetkan pangkalan militer AS di Bahrain menggunakan rudal berpemandu presisi. Serangan itu disebut menggunakan kombinasi rudal berbahan bakar padat dan cair.

Pernyataan dari IRGC menyebut operasi tersebut dilakukan sebagai tanggapan langsung atas serangan terhadap fasilitas desalinasi di Pulau Qeshm.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat sendiri meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Situasi semakin memanas setelah operasi militer yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat.

Pada 28 Februari lalu, Israel bersama Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan yang menargetkan Teheran serta sejumlah kota lain di Iran. Serangan tersebut kemudian direspons oleh Iran melalui beberapa gelombang serangan rudal dan drone.

Serangan balasan Iran dilaporkan menyasar wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.

Ketegangan Regional Terus Meningkat

Peristiwa terbaru ini menunjukkan meningkatnya eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan. Serangan terhadap fasilitas vital seperti pengolahan air juga memicu kekhawatiran terhadap dampak kemanusiaan bagi masyarakat setempat.

Hingga saat ini belum ada laporan rinci mengenai kerusakan lanjutan atau korban akibat serangan di Pulau Qeshm. Namun pemerintah Iran menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan langkah berbahaya yang dapat memicu konsekuensi lebih luas.

Berita Rekomendasi: Banjir Hari Ini 8 Maret 2026 Rendam 147 RT di Jakarta

Situasi di kawasan Timur Tengah pun masih terus dipantau seiring meningkatnya tensi militer antara pihak-pihak yang terlibat.