Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan banjir masih merendam sejumlah wilayah ibu kota hingga Minggu (8/3/2026) pukul 11.00 WIB. Total terdapat 147 rukun tetangga (RT) serta 19 ruas jalan yang terdampak genangan.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Jakarta dan menyebabkan beberapa aliran kali meluap. Kondisi tersebut membuat air melimpas ke kawasan permukiman warga dan sejumlah jalur transportasi.

Ketinggian air di lokasi terdampak tidak merata. BPBD mencatat genangan berkisar mulai dari sekitar 20 sentimeter hingga mencapai 1,7 meter di beberapa titik.

Baca Juga: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah 7–8

Sebaran Wilayah Terdampak Banjir Jakarta

Data BPBD menunjukkan wilayah Jakarta Timur menjadi daerah dengan jumlah RT terdampak terbanyak, yakni 60 RT. Beberapa kawasan yang terendam antara lain Kampung Melayu, Cawang, Bidara China, Cipinang Melayu, hingga Halim Perdana Kusuma.

Di Kelurahan Kampung Melayu, banjir merendam 19 RT dengan ketinggian air sekitar 130 sentimeter. Sementara di Bidara China, genangan mencapai 150 hingga 160 sentimeter di empat RT.

Selain itu, banjir juga terjadi di kawasan Cawang dengan tujuh RT terdampak dan ketinggian air antara 50 hingga 90 sentimeter. Di Cipinang Melayu, 13 RT terendam dengan ketinggian air sekitar 100 sentimeter.

Jakarta Selatan tercatat memiliki 56 RT yang terdampak banjir. Kawasan Petogogan menjadi wilayah dengan jumlah RT terbanyak yang tergenang, yakni 39 RT dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter.

Namun, genangan terdalam di wilayah ini tercatat berada di Kelurahan Cipete Utara, Cipulir, serta Pela Mampang. Pada tiga wilayah tersebut, air dilaporkan mencapai sekitar 1,7 meter.

Baca Juga: Gunung Semeru Kembali Erupsi, PVMBG Minta Warga Waspada

Beberapa kelurahan lain yang juga terdampak di Jakarta Selatan antara lain Cilandak Barat, Duren Tiga, Cilandak Timur, Pejaten Barat, dan Ulujami dengan ketinggian air yang bervariasi antara 60 hingga 120 sentimeter.

Sementara itu, Jakarta Barat mencatat 31 RT yang terdampak banjir. Beberapa wilayah yang mengalami genangan antara lain Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Kedoya Selatan, Kedoya Utara, Sukabumi Selatan, Joglo, serta kawasan Kembangan.

Ketinggian air di wilayah tersebut berkisar antara 20 hingga 100 sentimeter.

19 Ruas Jalan Turut Tergenang

Selain permukiman warga, banjir juga berdampak pada akses transportasi di ibu kota. BPBD mencatat setidaknya 19 ruas jalan terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 120 sentimeter.

Beberapa jalan yang terdampak antara lain Jalan Srengseng Raya, Jalan Daan Mogot KM 13 di Rawa Buaya, Jalan Meruya Selatan, Jalan Kapten Pierre Tendean di Kuningan Barat, serta Jalan Cileduk Raya di beberapa titik wilayah Jakarta Selatan.

Genangan juga dilaporkan terjadi di Jalan Swadarma Raya, Jalan Bintaro Permai Raya, Jalan Puri Kembangan, hingga Jalan Bendungan Hilir di kawasan Jakarta Pusat.

Kondisi tersebut menyebabkan gangguan pada aktivitas lalu lintas di sejumlah kawasan yang terdampak genangan.

Warga Mengungsi dan Upaya Penanganan

Dampak banjir juga menyebabkan sebagian warga harus mengungsi. BPBD mencatat sebanyak 46 kepala keluarga atau sekitar 72 jiwa dari Kelurahan Pejaten Barat, Jakarta Selatan, sementara waktu dipindahkan ke lokasi pengungsian.

Para pengungsi ditempatkan di Mushola Al Inayah yang berada di RT 13 RW 08 wilayah setempat.

Untuk menangani genangan, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel ke berbagai lokasi banjir. Petugas melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait.

Koordinasi dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat). Upaya yang dilakukan antara lain penyedotan air dan memastikan saluran drainase dapat berfungsi dengan baik.

Pemerintah daerah bersama lurah dan camat juga menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak banjir.

Berita Rekomendasi: Pinjaman Rp2 Triliun ke BJB Masih Wacana, Pemprov Jabar

BPBD menargetkan genangan di sejumlah wilayah dapat segera surut seiring dengan upaya penanganan yang dilakukan di lapangan.

Masyarakat juga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir. Dalam kondisi darurat, warga dapat menghubungi layanan nomor 112 yang tersedia selama 24 jam tanpa biaya.