Hari ini kenaikan harga pangan kembali terasa di pasar-pasar tradisional. Dalam sehari, beberapa komoditas pangan bahkan melonjak cukup tajam terutama harga cabai yang mengalami kenaikan signifikan.

Data terbaru PIHPS menunjukkan, perubahan harga ini terjadi pada 20 April 2026 dan berdampak langsung pada kebutuhan harian masyarakat di berbagai daerah.

Lonjakan Harga Terbesar Terjadi pada Cabai

Berdasarkan data yang dilansir dari PIHPSN BI, cabai menjadi komoditas dengan kenaikan paling mencolok. Cabai merah besar tercatat naik hingga 36,36% atau sekitar Rp16.600 menjadi Rp62.250 per kg.

Tak hanya itu, cabai merah keriting juga ikut melonjak 30,34% menjadi Rp58.850 per kg. Sementara cabai rawit hijau naik 16,01% ke angka Rp60.500 per kg. Kenaikan ini menunjukkan tekanan harga yang cukup tinggi dalam waktu singkat.

Di sisi lain, cabai rawit merah relatif stabil dengan kenaikan tipis 0,32% di harga Rp78.850 per kg.

Beras dan Bumbu Dapur Ikut Terkerek Naik

Tak hanya cabai, komoditas utama seperti beras juga mengalami kenaikan di hampir semua kualitas. Beras kualitas bawah I naik 13,75% menjadi Rp16.550 per kg, sementara kualitas bawah II naik 10,31%.

Kenaikan juga terjadi pada beras medium dan super, meskipun dalam persentase yang lebih kecil. Ini menunjukkan tren kenaikan merata di sektor pangan pokok.

Sementara itu, bawang merah tercatat naik 14,93% menjadi Rp53.900 per kg, dan bawang putih naik 7,36% ke Rp43.050 per kg. Keduanya merupakan bahan penting dalam kebutuhan dapur sehari-hari.

Konsumen dan Pedagang Merasakan Dampaknya

Kenaikan harga ini berpotensi menekan daya beli masyarakat, terutama untuk kebutuhan harian. Komoditas seperti telur ayam juga naik 10,63% menjadi Rp35.900 per kg, sementara daging ayam naik 7,09%.

Minyak goreng dan gula pasir pun ikut mengalami kenaikan, baik produk curah maupun kemasan. Hal ini membuat total belanja rumah tangga berpotensi meningkat dalam waktu singkat.

Namun, ada sedikit penurunan pada daging sapi kualitas 2 yang turun 5,5% menjadi Rp132.250 per kg, memberikan sedikit ruang bagi konsumen.

Baca Juga: Drama Konflik Global? Zulhas Santai: Pangan RI Aman, Nggak Perlu Panik!

Kondisi Harga Pangan Masih Fluktuatif

Pergerakan harga yang cukup tajam ini menunjukkan kondisi pasar yang masih fluktuatif. Beberapa komoditas naik signifikan dalam waktu singkat, sementara lainnya bergerak lebih stabil.

Kondisi ini biasanya dipengaruhi oleh distribusi, pasokan, serta permintaan yang meningkat di waktu tertentu. Meski demikian, tren kenaikan yang merata patut menjadi perhatian.

Dengan kondisi harga yang terus berubah, masyarakat disarankan untuk lebih cermat dalam mengatur pengeluaran. Memilih alternatif bahan atau menyesuaikan pola konsumsi bisa menjadi langkah sementara.

Selain itu, memantau update harga pangan harian juga penting agar tidak kaget dengan perubahan yang terjadi di pasar.

Kenaikan harga pangan pada 20 April 2026 menjadi sinyal penting bagi masyarakat dan pelaku pasar. Lonjakan terbesar pada cabai hingga kenaikan beras dan bahan pokok lainnya menunjukkan tekanan harga yang masih berlangsung. Perkembangan selanjutnya masih perlu dipantau untuk melihat apakah tren ini berlanjut atau mulai stabil.

Baca Juga: Harga Beras 1Kg Indonesia 19 April 2026 Bergerak Naik, Cek Datanya