Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 1.001 orang meninggal dunia akibat serangan Israel sejak awal Maret 2026. Data yang dirilis pada Kamis (19/3) itu juga mencatat ribuan korban luka di berbagai wilayah Lebanon seiring meningkatnya intensitas serangan udara.

Sejak 2 Maret, total korban luka mencapai 2.584 orang. Di antara korban tersebut, terdapat kelompok rentan seperti anak-anak dan perempuan yang ikut terdampak dalam konflik yang kembali memanas ini.

Baca Juga: Trump: AS Klaim Bisa Buka Selat Hormuz Tanpa

Korban Sipil Meningkat Seiring Intensitas Serangan

Dalam rincian yang disampaikan otoritas kesehatan, korban tewas mencakup 118 anak-anak dan 79 perempuan. Sementara itu, jumlah korban luka juga melibatkan 365 anak-anak serta 414 perempuan.

Lonjakan korban terjadi seiring peningkatan serangan udara oleh militer Israel di berbagai wilayah Lebanon. Dalam 24 jam terakhir saja, tercatat 33 orang tewas dan 152 lainnya mengalami luka-luka.

Situasi ini berkembang di tengah ketegangan lintas perbatasan antara Israel dan kelompok Hizbullah yang belum mereda. Padahal, kedua pihak sebelumnya terikat dalam kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak November 2024.

Namun dalam beberapa pekan terakhir, intensitas serangan kembali meningkat. Serangan udara dilaporkan menyasar sejumlah wilayah yang diduga menjadi basis aktivitas milisi.

Berita Nasional: Presiden Prabowo Takbiran di Sumut, Salat Id di Aceh

Ketegangan Regional Picu Eskalasi Konflik

Laporan media Israel menyebutkan adanya rencana untuk menguasai wilayah garis depan desa-desa di Lebanon selatan. Langkah tersebut disebut bertujuan mencegah serangan lintas batas yang selama ini terjadi.

Eskalasi di Lebanon juga tidak terlepas dari dinamika konflik yang lebih luas di kawasan. Ketegangan meningkat setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sekitar 1.300 orang. Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menyasar Israel serta sejumlah wilayah lain di Timur Tengah, termasuk Yordania, Irak, dan kawasan Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Perkembangan ini memperbesar risiko konflik meluas di kawasan, dengan Lebanon menjadi salah satu titik yang terdampak langsung.

Dampak dan Perkembangan Terbaru

Meningkatnya jumlah korban sipil menambah tekanan terhadap situasi kemanusiaan di Lebanon. Fasilitas kesehatan dilaporkan menghadapi lonjakan pasien akibat serangan yang terus berlangsung.

Di sisi lain, kondisi keamanan yang belum stabil membuat warga di sejumlah wilayah harus menghadapi ancaman berkelanjutan. Intensitas serangan dalam beberapa hari terakhir menunjukkan belum adanya tanda meredanya konflik.

Dengan situasi yang terus berkembang, jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah seiring berlanjutnya operasi militer di lapangan.

Rekomendasi: Rute Menuju Jembatan Sodongkopo Pangandaran

Lonjakan korban jiwa akibat serangan Israel di Lebanon sejak awal Maret menandai meningkatnya eskalasi konflik di kawasan. Di tengah ketegangan regional yang meluas, kondisi di lapangan masih dinamis dan berpotensi terus berubah dalam waktu dekat.