Globalindopos.com, Bandung - Persib Bandung tengah berada dalam kepercayaan diri tinggi jelang laga melawan PSIM Yogyakarta pada lanjutan Super League Indonesia. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Senin (4/5/2026) pukul 15.30 WIB.

Namun di tengah momentum positif tersebut, perhatian publik sempat teralihkan oleh isu non-teknis yang menyeret nama kapten tim, Marc Klok. Situasi ini memunculkan pertanyaan: apakah Persib bisa tetap fokus di lapangan?

Di sisi lain, laga ini menjadi penting karena Persib tengah memburu target besar: mencetak hattrick juara. Tekanan pun tak hanya datang dari lawan, tapi juga dari dinamika di luar pertandingan.

Isu Rasisme Marc Klok

Isu yang berkembang menyebutkan bahwa Marc Klok dituding melakukan tindakan rasis terhadap pemain Hendy Doumbia. Tuduhan tersebut muncul dari akun resmi Bhayangkara Presisi Lampung FC dan langsung menyebar luas di media sosial.

Kondisi ini jelas menjadi ujian mental bagi tim, terutama bagi sang kapten. Meski begitu, dukungan dari suporter tetap mengalir.

Baca Juga: Marc Klok Terseret Isu Rasisme, Tuduhan Bhayangkara FC Dinilai Tidak Jelas

Salah satu bobotoh asal Bandung, Robi, menyampaikan harapannya agar Klok tidak terpengaruh isu tersebut. “Sudah Marc Klok jangan terganggu isu negatif, lebih baik fokus ke pertandingan selanjutnya melawan PSIM,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa target juara harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, faktor non-teknis sebaiknya tidak mengganggu konsentrasi tim.

“Kami selaku bobotoh akan terus mendukung tim Persib,” lanjutnya.

Ini menunjukkan bahwa di tengah situasi yang kurang kondusif, dukungan publik masih menjadi energi penting bagi tim.

Modal Kemenangan dan Kepercayaan Diri Tim

Bek Persib, Federico Barba, menegaskan bahwa timnya sedang dalam kondisi positif usai melewati laga sulit sebelumnya.

“Dari pertandingan terakhir kami mendapatkan banyak kepercayaan diri karena itu laga yang sangat berat. Tapi kami berhasil melaluinya bersama-sama,” ujarnya.

Kemenangan atas Bhayangkara FC menjadi titik balik yang memperkuat mental tim. Barba menilai, energi kolektif tim saat ini sangat dibutuhkan untuk menghadapi jadwal padat ke depan.

Ia juga menegaskan pentingnya fokus pada satu pertandingan dalam satu waktu.

“Sekarang kami hanya perlu memenangkan pertandingan demi pertandingan. Laga berikutnya adalah yang paling penting,” tambahnya.

Artinya, pendekatan Persib saat ini cukup jelas: tidak ingin terdistraksi, termasuk oleh isu di luar lapangan.

Persib Diunggulkan Meski Tanpa Uliam Barros

Dalam laga melawan PSIM, Persib dipastikan tampil tanpa Uliam Barros. Meski begitu, absennya pemain tersebut tidak dianggap sebagai masalah besar.

Kedalaman skuad Persib musim ini dinilai cukup merata. Ini menjadi salah satu kekuatan utama yang membuat tim tetap kompetitif di berbagai situasi.

Pertandingan diprediksi berjalan sengit, mengingat kedua tim memiliki motivasi masing-masing. Namun, Persib diperkirakan akan tampil agresif sejak awal.

Kondisi ini menunjukkan bahwa ambisi meraih gelar ketiga secara beruntun benar-benar menjadi dorongan besar bagi Maung Bandung.

Prediksi skor: Persib Bandung 3-0 PSIM Yogyakarta.

Jika hasil ini tercapai, maka peluang mencetak sejarah baru di Liga Indonesia akan semakin terbuka.

Fokus Jadi Kunci

Situasi yang dihadapi Persib saat ini bukan hanya soal taktik atau strategi di lapangan. Ada faktor mental dan fokus yang justru menjadi penentu.

Isu yang menimpa Marc Klok bisa saja menjadi distraksi. Namun jika dikelola dengan baik, hal ini justru bisa memperkuat solidaritas tim.

Ini menunjukkan bahwa dalam kompetisi panjang, kekuatan tim tidak hanya diukur dari kualitas pemain, tetapi juga dari kemampuan menjaga fokus di tengah tekanan.

Laga melawan PSIM bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah ujian konsistensi, mental, dan ambisi besar Persib untuk mencetak sejarah.