Bos Persib WHU Desak Satgas Mafia Wasit Awasi 6 Laga Sisa Liga Super
Persib Bandung protes keputusan wasit dan VAR di BRI Super League 2025/2026. Umuh Muchtar minta Satgas Mafia Wasit turun tangan.
Persaingan juara BRI Super League 2025/2026 semakin panas. Namun di tengah tensi tinggi itu, perhatian justru tertuju pada kualitas wasit yang dinilai bermasalah.
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar, melontarkan kritik keras. Ia meminta Satgas Mafia Wasit segera turun tangan mengawasi sisa pertandingan musim ini.
Situasi ini bukan sekadar keluhan biasa. Bagi Persib, persoalan wasit kini dianggap bisa memengaruhi jalannya perburuan gelar.
Kontroversi VAR di Laga Krusial
Puncak kekecewaan muncul saat Persib Bandung menghadapi Dewa United di Serang. Laga tersebut berakhir imbang, tetapi menyisakan polemik besar.
Manajemen Persib menyoroti penggunaan teknologi VAR yang dinilai tidak maksimal. Ada dua momen penting yang dipermasalahkan.
Pertama, gol yang diduga terjadi setelah bola keluar lapangan. Kedua, indikasi handball yang dianggap cukup jelas. Namun, wasit tidak melakukan pengecekan ulang secara memadai.
Ini menunjukkan bahwa kehadiran teknologi saja tidak cukup jika penggunaannya tidak konsisten. Artinya, keputusan tetap bergantung pada kualitas pengambilan keputusan di lapangan.
Baca Juga: Drama Wasit VAR di Laga Dewa United vs Persib, Ini 3 Kontroversinya
WHU ke Satgas Mafia Wasit: Kawal 6 Laga Sisa
Keputusan kontroversial tidak hanya berdampak pada hasil pertandingan. Lebih dari itu, kondisi ini bisa memengaruhi mental pemain.
Persib saat ini sedang memburu target besar: mencetak hattrick juara di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Dengan sisa enam pertandingan, setiap poin menjadi sangat krusial.
Namun, fokus tim bisa terganggu jika pemain merasa dirugikan oleh keputusan wasit. Ini bukan sekadar soal hasil, tapi juga kepercayaan terhadap fair play.
Kondisi ini bisa berdampak pada performa tim secara keseluruhan. Ketika rasa keadilan dipertanyakan, konsentrasi di lapangan ikut terpengaruh.
Dalam pernyataannya, Umuh Muchtar secara tegas meminta pengawasan lebih ketat. Ia menilai situasi ini sudah mengkhawatirkan bagi citra sepak bola nasional.
Permintaan agar Satgas Mafia Wasit turun tangan bertujuan menjaga integritas kompetisi. Terutama di fase akhir musim, di mana tekanan semakin tinggi.
Langkah ini juga diharapkan bisa mencegah potensi praktik tidak fair yang dapat mengubah peta persaingan juara.
Bagi Persib, pengawasan bukan lagi sekadar opsi, melainkan kebutuhan mendesak.
Sisa Musim Jadi Penentu Segalanya
Dengan hanya enam laga tersisa, persaingan menuju gelar juara semakin ketat. Setiap pertandingan kini terasa seperti final.
Dalam kondisi seperti ini, peran wasit menjadi sangat vital. Satu keputusan saja bisa menentukan arah klasemen.
Manajemen Persib berharap sisa musim benar-benar ditentukan oleh kualitas permainan, bukan faktor non-teknis.
Ini sekaligus menjadi ujian bagi kompetisi untuk membuktikan bahwa integritas tetap dijaga hingga akhir.
Baca juga: Prediksi Duel Persib vs Arema: Rekor Berpihak, Laga Tetap Berbahaya
Di sisi lain, suporter melihat pentingnya pengawasan independen. Mereka ingin memastikan bahwa hasil akhir liga benar-benar adil.
Kepercayaan publik terhadap kompetisi sangat bergantung pada transparansi dan konsistensi keputusan wasit.
Situasi ini menunjukkan bahwa isu perwasitan bukan lagi masalah teknis semata. Ini sudah menyentuh kepercayaan terhadap sistem kompetisi secara keseluruhan.
0 Komentar