Hasil imbang 2-2 antara Persib Bandung dan Dewa United menyisakan lebih dari sekadar angka di papan skor. Di balik laga yang penuh drama itu, muncul kontroversi yang langsung memicu reaksi keras dari kubu Persib.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit dalam pertandingan tersebut. Bahkan, ia memastikan timnya akan menempuh jalur resmi untuk mengajukan protes.

Awal Mula Keputusan Wasit Jadi Titik Panas Laga

Pertandingan yang berlangsung di Banten International Stadium pada Senin, 20 April 2026, awalnya berjalan sengit dengan jual beli serangan. Namun, perhatian publik kemudian beralih pada sejumlah keputusan wasit Yoko Supriyanto yang dinilai kontroversial.

Bojan Hodak menyebut ada beberapa situasi krusial yang patut dipertanyakan, terutama yang berkaitan langsung dengan terciptanya gol Dewa United. Ia menilai momen-momen tersebut berdampak besar terhadap hasil akhir pertandingan.

Momen Gol Dewa United Dipertanyakan

Sorotan utama tertuju pada dua gol yang dicetak Dewa United. Dalam pandangan kubu Persib, terdapat indikasi pelanggaran yang luput dari perhatian wasit.

Salah satu momen yang ramai diperbincangkan adalah situasi ketika bola diduga telah keluar lapangan sebelum proses gol terjadi. Selain itu, dugaan pelanggaran oleh penyerang Dewa United, Alex Martins, juga menjadi bahan perdebatan.

Di media sosial, berbagai cuplikan pertandingan beredar luas dan memperkuat diskusi publik mengenai keputusan tersebut. Hal ini semakin memperbesar tekanan terhadap kepemimpinan wasit dalam laga itu.

Baca Juga: Drama Wasit VAR di Laga Dewa United vs Persib, Ini 3 Kontroversinya

Evaluasi Tim Lini Pertahanan

Terlepas dari kontroversi, Bojan Hodak mengakui bahwa timnya juga memiliki kekurangan, khususnya di lini pertahanan. Ia menilai beberapa kesalahan yang terjadi seharusnya bisa dihindari.

Menurutnya, gol pertama Dewa United terjadi karena pemain Persib berhenti bermain dengan asumsi bola sudah keluar. Padahal, keputusan akhir tetap berada di tangan wasit.

Sementara itu, gol kedua disebut sebagai hasil dari kesalahan individu. Meski demikian, Bojan tetap mengapresiasi respons timnya yang mampu bangkit dari ketertinggalan 0-2 hingga menyamakan skor menjadi 2-2.

Bojan memastikan bahwa protes terhadap wasit akan dilakukan melalui jalur resmi. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus upaya menjaga fairness dalam kompetisi.

Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya evaluasi internal. Menurutnya, Persib sebenarnya memiliki peluang untuk meraih kemenangan jika mampu memaksimalkan kesempatan yang ada.

Pertandingan ini dinilai sebagai pelajaran penting bagi tim, baik dari sisi teknis maupun mental menghadapi tekanan di lapangan.

Fokus Beralih ke Laga Berikutnya

Meski hasil imbang menyisakan kekecewaan, Bojan meminta para pemain untuk segera move on. Fokus kini diarahkan ke pertandingan selanjutnya melawan Arema FC.

Ia menegaskan bahwa tim harus tetap menjaga konsistensi dan memperbaiki kesalahan yang terjadi. Peluang untuk meraih hasil maksimal di laga berikutnya masih terbuka lebar.

Kontroversi dalam laga Persib vs Dewa United menjadi sorotan utama yang melampaui hasil pertandingan itu sendiri. Protes resmi yang akan diajukan Persib menjadi langkah penting dalam merespons situasi ini.

Namun di balik itu, evaluasi internal tetap menjadi kunci. Bagaimana Persib bangkit dan memperbaiki performa di laga berikutnya akan menjadi penentu arah mereka ke depan.