Direktorat Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI menggelar pelatihan media sosial bagi penyuluh agama Islam se-Priangan Timur di Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung Al-Amin dan diikuti oleh sekitar 700 penyuluh dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Banjar, serta Pangandaran.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari implementasi regulasi kepenyuluhan yang menitikberatkan pada peningkatan kompetensi penyuluh agama di era digital. Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., yang untuk pertama kalinya bertemu langsung dengan para penyuluh agama dalam forum nasional sejak menjabat.

Baca juga: Zulkifli Hasan Pastikan Beras Indonesia untuk Jemaah

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Sejumlah pejabat dan tokoh kepenyuluhan turut hadir, antara lain Kepala Subdirektorat Penyuluh Agama Islam RI Dr. H. Jamaluddin M. Marki, Lc., M.Si., Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Provinsi Jawa Barat Dr. H. Jajang Apipudin, M.Ag., serta Ketua IPARI Priangan Timur.

Penguatan Literasi Digital Penyuluh Agama

Dalam sambutannya, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi menegaskan bahwa pelatihan media sosial ini dirancang untuk menjawab tantangan dakwah di tengah perubahan pola komunikasi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa penguasaan literasi digital menjadi kebutuhan mendesak bagi penyuluh agama agar pesan keagamaan dapat disampaikan secara relevan dan efektif.

Menurutnya, dakwah tidak cukup hanya dilakukan secara konvensional. Penyuluh agama perlu memahami cara memanfaatkan media digital, termasuk media sosial, sebagai sarana penyampaian nilai-nilai keagamaan. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kapasitas penyuluh dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi.

Dr. Muchlis juga menyampaikan pengalamannya selama bertugas di Kementerian Agama yang menunjukkan pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Ia menekankan bahwa upaya penguatan kualitas penyuluh akan terus dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk pelatihan berbasis digital dan pembelajaran daring.

Baca Juga: DPR RI Setujui 8 Anggota Baznas dari Unsur

Arah Pengembangan Kompetensi Penyuluh ke Depan

Selain pelatihan media sosial, Direktorat Penerangan Agama Islam juga merencanakan berbagai program peningkatan kapasitas lainnya. Salah satunya melalui kerja sama dengan para alumni Universitas Al-Azhar Mesir untuk memperluas wawasan keilmuan dan metodologi dakwah para penyuluh agama.

Dr. Muchlis menyebutkan bahwa jumlah penyuluh agama Islam saat ini mencapai sekitar 29.000 orang di seluruh Indonesia. Dengan jumlah yang besar tersebut, diperlukan kreativitas dan sistem kerja yang terukur agar peran penyuluh dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa meskipun tidak secara khusus menjanjikan dukungan anggaran, komitmen untuk menjaga keberlangsungan dakwah tetap menjadi prioritas. Fokus utama pemerintah adalah memastikan para penyuluh memiliki kompetensi yang memadai sehingga mampu menjalankan tugas secara profesional dan adaptif.

Pelatihan di Priangan Timur ini juga mendapat dukungan dari IPARI sebagai organisasi profesi penyuluh agama. IPARI Priangan Timur selama ini menjadi wadah koordinasi penyuluh lintas daerah di wilayah Jawa Barat bagian timur, mencakup Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran.

Berita Rekomendasi: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Akar Kisruh BPJS

Melalui pelatihan ini, diharapkan penyuluh agama Islam di Priangan Timur dapat lebih siap menghadapi tantangan dakwah di ruang digital. Kegiatan serupa juga terbuka untuk dikembangkan di wilayah lain sebagai bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan kualitas penyuluhan agama di Indonesia.