Prabowo Kembali Dijamu Macron di Istana Élysée Paris
Presiden Prabowo Subianto kembali dijamu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, usai menghadiri WEF Davos 2026.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menerima jamuan resmi dari Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Kepresidenan Prancis Élysée, Paris, Prancis, Jumat (23/1) malam waktu setempat, dalam rangkaian kunjungan kenegaraan usai menghadiri forum internasional di Eropa.
Berdasarkan keterangan resmi, jamuan tersebut berlangsung setelah Presiden Prabowo dan Presiden Macron bersama-sama menghadiri Annual Meeting Davos 2026 yang diselenggarakan oleh World Economic Forum (WEF) di Kota Davos, Swiss, sebagai bagian dari agenda internasional kedua kepala negara.
Jamuan makan malam di Istana Élysée tersebut menandai kelanjutan komunikasi tingkat tinggi antara Indonesia dan Prancis, yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan intensitas pertemuan yang cukup tinggi di tingkat kepala negara. Pertemuan ini juga mencerminkan hubungan diplomatik yang terjalin secara berkesinambungan antara kedua negara.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Perdamaian dan Kesejahteraan
Bukan Kali Pertama Jamuan Untuk Prabowo
Jamuan yang diberikan Presiden Macron kepada Presiden Prabowo pada Jumat malam tersebut bukanlah yang pertama. Sebelumnya, Presiden Prabowo pernah dijamu di Istana Élysée pada 14 Juli 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Nasional Prancis atau Bastille Day. Pada kesempatan tersebut, Prabowo hadir sebagai Presiden Republik Indonesia dalam kunjungan resmi ke Prancis.
Selain itu, jamuan serupa juga pernah berlangsung pada 24 Juli 2024, ketika Prabowo Subianto masih berstatus sebagai presiden terpilih. Pertemuan tersebut menjadi salah satu kontak awal antara Prabowo dan Macron pasca Pemilihan Presiden Indonesia, yang kemudian berlanjut dalam berbagai pertemuan resmi setelah Prabowo dilantik sebagai Presiden RI.
Rangkaian pertemuan tersebut menunjukkan kesinambungan hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis yang terus terjaga di tingkat pimpinan tertinggi negara. Hubungan kedua negara selama ini mencakup berbagai bidang kerja sama, termasuk diplomasi, pertahanan, ekonomi, dan peran aktif dalam forum-forum global.
Kehadiran Presiden Prabowo dan Presiden Macron di Annual Meeting Davos 2026 sebelumnya juga menjadi bagian dari agenda internasional kedua pemimpin dalam membahas isu-isu global. Forum tersebut dihadiri oleh para pemimpin negara, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan global untuk membahas tantangan ekonomi, geopolitik, dan pembangunan berkelanjutan.
Usai agenda di Davos, pertemuan di Paris menjadi lanjutan dari rangkaian diplomasi Presiden Prabowo di Eropa. Jamuan di Istana Élysée berlangsung dalam suasana resmi kenegaraan dan menjadi forum komunikasi langsung antara kedua kepala negara setelah mengikuti agenda multilateral.
Pertemuan semacam ini dinilai penting dalam menjaga dialog strategis antarnegara, khususnya di tengah dinamika global yang terus berkembang. Kontinuitas pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Macron juga memperlihatkan pola hubungan bilateral yang dibangun melalui diplomasi langsung di tingkat pemimpin.
Dalam konteks hubungan Indonesia–Prancis, jamuan kenegaraan di Istana Élysée memiliki makna simbolik sebagai bentuk penghormatan sekaligus penguatan hubungan diplomatik. Istana Élysée sendiri merupakan pusat kegiatan kenegaraan Presiden Prancis dan menjadi lokasi utama penerimaan tamu negara.
Berita Rekomendasi: Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Indonesia Dorong Stabilitas Regional
Rangkaian jamuan yang diterima Presiden Prabowo, baik saat masih presiden terpilih maupun setelah menjabat sebagai Presiden RI, menunjukkan adanya kesinambungan hubungan personal dan institusional antara kedua kepala negara. Hal ini menjadi bagian dari praktik diplomasi bilateral yang lazim dilakukan dalam hubungan antarnegara.
Dengan kembali berlangsungnya jamuan resmi di Istana Élysée pada Januari 2026, komunikasi dan hubungan Indonesia–Prancis di tingkat tertinggi negara terus terjaga, seiring dengan peran aktif kedua negara dalam berbagai forum internasional.
0 Komentar