Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) di India, khususnya di negara bagian Benggala Barat, dalam kondisi aman di tengah laporan munculnya kasus virus Nipah. Hingga Rabu, tidak ada laporan WNI yang terpapar virus tersebut.

Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan melalui Perwakilan RI di India. Kemlu menegaskan langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan bagi WNI menyusul meningkatnya kewaspadaan otoritas setempat terhadap penyebaran virus Nipah di wilayah India timur.

Pemantauan dan Koordinasi Perwakilan RI

Sejak awal laporan kasus mencuat, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di New Delhi menjalin koordinasi dengan Konsul Kehormatan RI di Kolkata. Dari hasil komunikasi tersebut, situasi di Benggala Barat dilaporkan masih dalam kendali otoritas kesehatan setempat.

Baca Juga:Belajar dari Negara Tetangga Cegah Virus Nipah

Pemerintah daerah bersama institusi kesehatan India telah menjalankan langkah-langkah isolasi dan pengawasan guna mencegah meluasnya penularan. Upaya ini dinilai efektif untuk membatasi pergerakan dan kontak pasien yang terkonfirmasi.

Perwakilan RI juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh perkembangan terbaru. Langkah ini dilakukan agar setiap perubahan situasi dapat segera direspons, terutama jika berdampak pada keselamatan WNI.

Imbauan dan Kondisi WNI di Lokasi Kasus

Kemlu menyampaikan bahwa KBRI New Delhi telah mengeluarkan imbauan kepada WNI yang berada di India agar meningkatkan kewaspadaan. WNI diminta menerapkan langkah pencegahan kesehatan dan mematuhi kebijakan yang ditetapkan pemerintah setempat selama masa pemantauan penyakit.

Selain itu, komunikasi aktif dijalin dengan simpul-simpul komunitas WNI di Benggala Barat. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan jalur informasi tetap terbuka dan memudahkan penyaluran bantuan jika diperlukan.

Baca Juga: DKI Jakarta Diminta Perkuat Surveilans Dini Hadapi Virus Nipah

Saat ini tercatat sebanyak 38 WNI bermukim di Benggala Barat, wilayah yang menjadi fokus perhatian karena adanya laporan kasus virus Nipah. Hingga kini, tidak ada satu pun dari mereka yang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan terkait virus tersebut.

Situasi Kasus Virus Nipah di India

Otoritas kesehatan India sebelumnya melaporkan dugaan penularan virus Nipah pada beberapa orang di Benggala Barat. Namun, setelah dilakukan verifikasi, pemerintah India mengklarifikasi bahwa hanya dua kasus yang terkonfirmasi secara resmi.

Pemerintah India telah mengaktifkan sistem pemantauan dan respons kesehatan untuk mencegah penyebaran lanjutan. Langkah ini mencakup pelacakan kontak, pengawasan medis, serta penguatan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak.

Virus Nipah bukan kali pertama muncul di India. Negara tersebut pernah mencatat wabah serupa di Benggala Barat pada 2001 dan 2007, serta di negara bagian Kerala pada 2018 dan 2019. Riwayat ini menjadi dasar penguatan kewaspadaan otoritas kesehatan setempat.

Kewaspadaan Regional

Seiring perkembangan kasus di India, sejumlah negara di kawasan Asia, termasuk Indonesia, meningkatkan skrining kesehatan di bandara internasional. Pemeriksaan ini ditujukan bagi penumpang yang datang dari luar negeri sebagai langkah pencegahan dini.

Berita Rekomendasi: Keluarga Lula Lahfah Tolak Autopsi, Ini Dasarnya

Kemlu RI menegaskan akan terus memantau situasi dan menjaga komunikasi intensif dengan WNI di India. Informasi terbaru akan disampaikan sesuai perkembangan di lapangan, terutama jika terdapat perubahan signifikan yang memerlukan perhatian lebih lanjut.