Kapal Pinisi Mewah Sharandy Of De Seas Tenggelam di Perairan Serangan Bali, Semua Kru Selamat
Kapal pinisi mewah Sharandy Of De Seas tenggelam di Perairan Serangan, Bali saat perbaikan. Semua kru dan teknisi berhasil diselamatkan.
Denpasar, Bali, 28 Desember 2025 — Sebuah kapal pinisi mewah bernama Sharandy Of De Seas dilaporkan tenggelam di perairan Pelabuhan Serangan, Kota Denpasar, Bali, pada Sabtu (27/12) sekitar pukul 10.30 WITA. Kejadian ini terjadi saat kapal sedang dalam kondisi lego jangkar dan menjalani perbaikan rutin.
Kepala Seksi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi, memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kapal yang diawaki empat kru dan diawasi delapan teknisi itu terjebak kondisi cuaca buruk, berupa angin kencang dari arah barat disertai hujan lebat, yang menyebabkan kapal miring ke kiri dan perlahan tenggelam.
Menurut Kompol Sukadi, seluruh kru dan teknisi langsung melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. “Seluruh korban berhasil dievakuasi menggunakan kapal sekoci ke Pantai Serangan dalam kondisi aman,” ujarnya. Beruntung, semua pihak berhasil menyelamatkan diri tanpa mengalami luka serius.
Baca Juga : Menko Pangan Salurkan Paket Beras Murah untuk Pengemudi Ojek Online
Hingga kini, kapal masih berada di dasar laut, dan pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan Syahbandar Pelabuhan Serangan untuk proses pengangkatan. Langkah ini dilakukan agar kapal yang tenggelam tidak mengganggu aktivitas pelayaran di sekitar pelabuhan maupun menimbulkan pencemaran lingkungan laut.
Kejadian ini mengingatkan pentingnya pemeriksaan cuaca dan protokol keselamatan sebelum melakukan pekerjaan perbaikan atau aktivitas di laut, terutama untuk kapal-kapal mewah yang memiliki ukuran besar dan berat. Angin kencang dan hujan lebat yang datang secara tiba-tiba menjadi faktor utama tenggelamnya kapal Sharandy Of De Seas.
Selain koordinasi dengan pihak Syahbandar, pihak kepolisian juga terus memantau situasi di perairan sekitar untuk memastikan keselamatan pengguna laut lainnya, sekaligus mencegah risiko tambahan akibat kapal yang masih berada di dasar laut.
Pemilik kapal dan pihak terkait dikabarkan tengah menyusun rencana teknis untuk mengangkat kapal menggunakan alat berat, sambil memastikan prosedur keselamatan dan perlindungan lingkungan tetap menjadi prioritas.
Berira Rekomendasi : Jelang Libur Nataru, Arus Kendaraan Wisatawan Padati Kota
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi seluruh pengelola kapal dan pelayaran wisata di Bali agar selalu memperhatikan prakiraan cuaca, kondisi kapal, dan keselamatan kru sebelum melaksanakan aktivitas di laut.
0 Komentar