Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan tetap bergerak positif saat perdagangan dibuka pada awal pekan, Senin (2/2). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinan tersebut di tengah dinamika pergantian pimpinan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Purbaya menilai pelaku pasar akan kembali menaruh perhatian pada kondisi fundamental perekonomian nasional. Menurutnya, faktor tersebut masih menjadi penopang utama pergerakan pasar saham, meski sebelumnya muncul kekhawatiran akibat perubahan struktural di lembaga pengawas dan pengelola pasar modal.

Baca Juga: Istana Proses Pengunduran Diri Tiga Pimpinan OJK

Latar Belakang Pergantian Pimpinan

Dalam beberapa hari terakhir, sektor pasar modal diwarnai oleh rangkaian pengunduran diri pejabat tinggi. Pada Jumat (30/1) pagi, Direktur Utama BEI Iman Rachman menyatakan mundur dari jabatannya. Peristiwa tersebut memicu perhatian pelaku pasar karena terjadi menjelang penutupan perdagangan pekan lalu.

Situasi berlanjut pada hari yang sama ketika Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar bersama dua pejabat tinggi di bidang pasar modal turut mengumumkan pengunduran diri pada Jumat sore. Tidak lama berselang, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara juga menyampaikan keputusan serupa pada Jumat malam.

Rangkaian pengunduran diri dalam satu hari ini sempat memunculkan kekhawatiran mengenai stabilitas manajemen dan arah kebijakan di sektor pasar modal. Namun, Purbaya menilai kekhawatiran tersebut tidak beralasan dalam jangka menengah.

Purbaya Yudhi Sadewa: Tata Kelola Tetap Berjalan

Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa BEI dan OJK memiliki sistem tata kelola yang telah disiapkan untuk menghadapi pergantian pejabat. Menurutnya, mekanisme pengisian jabatan dan pembagian kewenangan dirancang agar tidak mengganggu operasional lembaga maupun aktivitas perdagangan di bursa.

Ia menilai respons otoritas berjalan cepat dan terkoordinasi. Dengan kondisi tersebut, ia meyakini tidak akan terjadi gangguan signifikan yang dapat memicu gejolak berlebihan di pasar saham.

Purbaya Yudhi Sadewa juga menyampaikan bahwa peluang koreksi IHSG selalu ada sebagai bagian dari dinamika pasar. Namun, ia menilai potensi tersebut relatif kecil dibandingkan peluang penguatan, mengingat fondasi ekonomi nasional masih dinilai kuat dan stabil.

Baca Juga: Menanti Direktur Utama BEI Baru, Pasar Tunggu Arah

Penunjukan Pejabat Pengganti dan Dampaknya

Untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan, BEI telah menetapkan penjabat direktur utama, yakni Jeffrey Hendrik. Sebelumnya, Jeffrey menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI. Penunjukan ini disebut akan diumumkan secara resmi sebelum pembukaan perdagangan pada Senin.

Di sisi lain, OJK juga telah menunjuk sejumlah pejabat pengganti. Friderica Widyasari Dewi ditetapkan sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK. Ia tetap menjalankan tugasnya sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen.

Selain itu, Hasan Fawzi ditunjuk sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon. Ia tetap menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto.

Prospek IHSG ke Depan

Dengan langkah-langkah tersebut, Purbaya menilai stabilitas pasar tetap terjaga. Ia menyebut tidak ada indikasi gangguan struktural yang dapat menghambat kinerja pasar modal dalam waktu dekat.

Berita Rekomendasi: Menko Pangan Zulkifli Hasan Nilai Jawa Tengah Terdepan

Menurutnya, kombinasi antara fundamental ekonomi yang kuat, tata kelola yang berjalan, serta respons cepat dari otoritas menjadi modal penting bagi IHSG untuk melanjutkan tren positif. Ke depan, perhatian pasar diperkirakan kembali tertuju pada kinerja ekonomi dan efektivitas kebijakan, bukan pada dinamika pergantian pejabat.