Menteri Wakaf Mesir Syaikh Prof. Dr. Usamah Azhari memberikan apresiasi terhadap peran Presiden RI Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Pembina ASFA Foundation, H. Samsudin Andi Arsyad (Haji Isam), dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia di Kairo. Pengakuan tersebut disampaikan dalam pembekalan akhir program pendidikan intensif bagi pimpinan pesantren, dai, dan direktur sekolah Islam di Masjid Agung Ibu Kota Baru Kairo pada Selasa, 10 Februari 2026.

Apresiasi ini menyoroti kontribusi strategis kedua tokoh dalam mendukung pembinaan kader pendidikan dan dakwah Indonesia yang mengikuti program pendidikan singkat di Mesir. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas SDM berbasis pendidikan keagamaan di tingkat internasional.

Baca Juga: Mesir Apresiasi Pembinaan SDM Indonesia

Peran Prabowo dan Haji Isam dalam Penguatan SDM

Dalam sambutannya, Syaikh Usamah Azhari menilai visi pembangunan SDM yang digagas Presiden Prabowo sebagai langkah penting dalam mendorong kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Ia menegaskan bahwa pengelolaan SDM yang terarah akan menghasilkan generasi berkualitas yang dapat berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa setelah kembali ke Indonesia.

Selain Presiden Prabowo, penghargaan khusus juga diberikan kepada Haji Isam sebagai Ketua Dewan Pembina ASFA Foundation. Menurutnya, inisiatif yang dijalankan selama tiga tahun terakhir telah memberi dampak signifikan, terutama dalam pembinaan ribuan mahasiswa Indonesia di Universitas Al-Azhar Kairo serta pengiriman kader pesantren untuk mengikuti berbagai program pendidikan intensif di Kairo.

Ia menyebut bahwa SDM unggul harus dibina secara sistematis agar mampu menghasilkan kualitas yang baik. Para peserta program yang kembali ke tanah air diharapkan menjadi kekuatan baru dalam sektor pendidikan dan dakwah.

Baca Juga: Pelatihan Digital Penyuluh Agama se-Bandung Raya Sumedang

Respons Akademik dan Pengakuan Internasional

Rektor Universitas Al-Azhar Kairo, Prof. Dr. Salamah Daud, turut menyampaikan kebanggaannya terhadap mahasiswa Indonesia yang dinilai konsisten menunjukkan prestasi akademik dan akhlak yang baik. Menurutnya, mahasiswa Indonesia sering menjadi contoh bagi mahasiswa internasional lainnya di lingkungan kampus.

Ia menambahkan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Indonesia melalui KBRI Kairo yang berkolaborasi dengan ASFA Foundation dalam pembinaan mahasiswa selama menempuh pendidikan di Mesir.

Dalam forum yang sama, Penasehat Grand Syaikh Al-Azhar urusan Mahasiswa Internasional, Prof. Dr. Nahla Soidy, menyerahkan piagam penghargaan kepada Haji Isam. Penghargaan itu diberikan atas peran aktif ASFA Foundation selama tiga tahun berturut-turut dalam mendukung pembinaan mahasiswa internasional Al-Azhar yang berasal dari lebih dari 50 negara.

Selain itu, Prof. Nahla juga mengenang kontribusi almarhum Komjen Pol (Purn) Syafruddin Kambo yang berperan sebagai pelopor pelaksanaan wisuda internasional perdana di Al-Azhar.

Penguatan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Mesir juga dinilai sejalan dengan hubungan bilateral kedua negara yang terus berkembang. Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Mesir pada Desember 2024 menjadi salah satu momentum penting dalam mempererat hubungan, termasuk melalui pertemuan dengan Grand Syaikh Al-Azhar untuk membahas isu dunia Islam dan Palestina.

Berita Rekomendasi: DPR RI Setujui 8 Anggota Baznas dari Unsur

Secara keseluruhan, apresiasi dari Pemerintah Mesir terhadap Prabowo dan Haji Isam menunjukkan pengakuan internasional terhadap upaya pembinaan SDM Indonesia di Kairo. Program pendidikan yang melibatkan pesantren, dai, dan mahasiswa ini dinilai memiliki dampak jangka panjang bagi penguatan pendidikan keagamaan dan pembangunan SDM nasional.