MBG Baru Sentuh 10% Pesantren, Zulhas Dorong Percepatan
Program MBG baru menjangkau 10% pesantren. Pemerintah dorong percepatan agar santri segera mendapat akses makanan bergizi.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata belum menyentuh sebagian besar pesantren. Angkanya bahkan masih jauh dari harapan. Kenapa realisasinya baru 10 persen?
Fakta ini diungkap langsung oleh Zulkifli Hasan saat meninjau sejumlah pesantren di Jombang pada April 2026. Pemerintah kini mengakui distribusi program MBG di lingkungan pesantren masih perlu dikebut.
Cakupan MBG di Pesantren Masih Minim
Program Makan Bergizi Gratis yang digadang-gadang menyasar berbagai lapisan pendidikan ternyata belum merata di pesantren. Berdasarkan data Kementerian Agama, baru sekitar 10 persen pesantren yang menerima manfaat program ini.
Angka tersebut dinilai masih rendah jika dibandingkan dengan jumlah pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia. Padahal, santri termasuk kelompok prioritas penerima MBG karena kebutuhan nutrisi yang tinggi dalam aktivitas belajar mereka.
Kenapa Distribusi MBG Belum Maksimal?
Ada beberapa faktor yang membuat program MBG di pesantren belum optimal. Salah satunya adalah kompleksitas distribusi di lingkungan berbasis komunitas seperti pondok pesantren.
Selain itu, kesiapan infrastruktur dan sistem penyaluran di masing-masing pesantren juga berbeda-beda. Tidak semua pesantren memiliki fasilitas pendukung yang langsung bisa mengakomodasi program ini.
Pemerintah juga masih melakukan penyesuaian teknis agar program ini berjalan efektif tanpa mengganggu sistem internal pesantren.
Dampak ke Santri dan Lingkungan Pesantren
Minimnya jangkauan program MBG tentu berdampak langsung pada santri. Akses terhadap makanan bergizi yang seharusnya menjadi hak dasar masih belum merata.
Padahal, keberadaan program ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas kesehatan dan konsentrasi belajar santri. Dalam jangka panjang, hal ini juga berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren.
Di sisi lain, pesantren juga dinilai punya potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan berbasis komunitas. Jika program ini berjalan optimal, efeknya bisa meluas hingga ke masyarakat sekitar.
Pemerintah Janji Percepat Implementasi
Dalam kunjungannya ke sejumlah pesantren, termasuk Pondok Pesantren Tebuireng, Zulhas menegaskan bahwa pemerintah akan mempercepat distribusi MBG.
Ia menyebut program ini akan terus diperluas agar menjangkau lebih banyak pesantren dalam waktu dekat. Pemerintah juga tengah mengoptimalkan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat realisasi.
Secara nasional, hingga akhir Maret 2026, program MBG sudah menjangkau lebih dari 61 juta penerima manfaat di 38 provinsi. Namun, distribusi ke pesantren masih menjadi pekerjaan rumah tersendiri.
Harapan dan Arah ke Depan
Pemerintah berharap pesantren bisa menjadi bagian penting dalam ekosistem ketahanan pangan nasional. Tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai penggerak produksi pangan lokal.
Percepatan program MBG di pesantren diharapkan tidak hanya sekadar menambah angka penerima, tetapi juga benar-benar meningkatkan kualitas gizi santri secara berkelanjutan.
Ke depan, efektivitas program ini akan sangat ditentukan oleh kesiapan lapangan dan sinergi antar lembaga.
Baca Juga:
- MBG Butuh Pengawasan Ketat, Zulhas Libatkan Pengusaha
- Produksi Susu Melimpah, Zulkifli Hasan Minta KopSAE Naik
Capaian MBG yang baru menyentuh 10 persen pesantren jadi sinyal bahwa pekerjaan belum selesai. Percepatan memang dijanjikan, tapi realisasi di lapangan akan jadi penentu utamanya. Update berikutnya akan menarik: seberapa cepat angka ini bisa naik?
Rekomendasi: Dasco Soroti Isu BBM Naik, Warga Diminta Stop Panic Buy
0 Komentar