Mahasiswa UMJ Ancam Aksi Jilid III di Kantor Wali Kota Tangsel, Krisis Sampah Tak Kunjung Ditangani
Mahasiswa UMJ mengancam aksi jilid III di Kantor Wali Kota Tangsel jika krisis sampah tak ditangani 7×24 jam. Dua truk sampah jadi simbol protes.
Tangerang Selatan – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mengancam akan kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid III di Kantor Wali Kota Tangerang Selatan apabila persoalan sampah di wilayah tersebut tidak ditangani secara serius dalam waktu 7×24 jam. Ancaman itu disampaikan sebagai bentuk kekecewaan terhadap belum adanya langkah konkret dari pemerintah daerah di tengah kondisi darurat sampah yang belakangan ramai disorot publik.
Ultimatum tersebut muncul setelah dua aksi sebelumnya dinilai belum membuahkan hasil nyata. Mahasiswa menilai Pemerintah Kota Tangerang Selatan masih sebatas memberikan pernyataan, tanpa disertai kebijakan atau tindakan yang berdampak langsung di lapangan.
Sebelumnya, mahasiswa UMJ telah dua kali menggelar aksi demonstrasi, termasuk pada Kamis (8/1). Dalam aksi tersebut, massa membawa dua truk berisi sampah sebagai simbol krisis pengelolaan sampah yang terjadi di berbagai wilayah Tangerang Selatan. Sampah itu kemudian diturunkan di halaman Kantor Wali Kota Tangsel sebagai bentuk protes terbuka.
Baca Juga: KPK Resmi Jerat Yaqut Cholil Qoumas dalam Kasus Dugaan Korupsi Haji
Aksi sempat diwarnai ketegangan saat petugas Satpol PP menghadang massa agar truk pengangkut sampah tidak memasuki area kantor. Adu mulut antara mahasiswa dan petugas tak terhindarkan sebelum akhirnya sampah berhasil diturunkan. Meski berlangsung panas, aksi tetap berjalan tertib tanpa insiden lanjutan.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMJ Muhammad Iqbal Ramdhani (23) menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan tekanan moral agar pemerintah daerah segera bertindak nyata. Menurutnya, krisis sampah di Tangerang Selatan sudah berada pada level mengkhawatirkan dan berdampak langsung pada kesehatan serta kenyamanan warga.
“Kami memberikan waktu 7×24 jam. Jika tidak ada langkah konkret, kami pastikan akan turun kembali dengan aksi yang lebih besar,” ujar Iqbal.
Ia menilai persoalan sampah bukan isu baru, namun terus berulang akibat lemahnya perencanaan dan pengelolaan jangka panjang. Mahasiswa juga menyoroti minimnya transparansi pemerintah daerah dalam menyampaikan solusi dan progres penanganan sampah kepada masyarakat.
Berita Rekomendasi: Menko Pangan Zulkifli Hasan Tegaskan Indonesia Resmi Swasembada
Menurut Iqbal, aksi simbolik dengan membawa sampah ke kantor wali kota dilakukan agar pemerintah melihat langsung kondisi riil yang dihadapi warga. “Sampah ini adalah realitas sehari-hari masyarakat. Pemerintah tidak boleh menutup mata,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan belum memberikan tanggapan resmi terkait ultimatum mahasiswa UMJ tersebut. Mahasiswa memastikan akan terus mengawal isu ini sampai ada kebijakan konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
0 Komentar